Hmmm…. bicara tentang jodoh, ada orang yang begitu mudah mendapatkan jodoh ketika berusia masih sangat belia, saat duduk di bangku SMU atau pun saat kuliah, sementara itu ada pula orang yang telah mencoba berbagai usaha, namun sang jodoh pun tidak kunjung tiba.
Seringkali kita mendengar cerita pasangan yang sudah cukup lama pacaran, tiba-tiba mereka putus, entah karena ada perbedaan prinsip ataupun hal yang lainnya, sudah tidak ada kecocokan satu sama lain, biasanya mereka dengan getir akan mengatakan “Mungkin dia bukan jodoh saya” atau “Sudah tidak ada lagi rasa cinta” dan ada pula orang yang berkenalan dalam jangka waktu singkat, kemudian melangsungkan pernikahan, dan mengatakan “Dia adalah jodohku, inilah orang yang selama ini kucari-cari”.
Beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang melakukan seleksi calon karyawan yang akan bekerja di departemenku, sambil memeriksa surat lamaran yang masuk yang saya terima dari HRD, tiba-tiba rekan kerjaku wanita yang duduk di sebelah ruanganku menghampiriku sambil berbisik “Ri, kalau bisa seleksi calon karyawan yang cowo saja yang single, kan departemen kita sudah kebanyakan karyawati, biar ada pemandangan yang segar.” Sementara itu rekan kerjaku cowok yang bekerja di bagian IT dan Project, yang mayoritas karyawannya cowok, malah minta kepada rekan kerjaku, untuk melakukan seleksi karyawan baru yang cewek, hehe...

Ketika saya duduk di bangku SD kelas V, teman sebangku saya yang usianya lebih tua dariku sekitar dua tahun, berpacaran dengan teman sekelasku, dan begitu keduanya lulus SMU, mereka pun menikah dalam usia yang belia dan pernikahannya langgeng hingga saat ini. Lucu juga ya membayangkan saat SD sudah punya pacar, apalagi dulu belum ada yang namanya internet dan telepon genggam, menulis surat pakai sobekan buku tulis, kalau mereka sedang marahan, temanku suka curhat dan memberikan surat dari pacarnya kepadaku, untungnya waktu itu saya masih culun, dan nggak ikutan punya pacar saat SD, kalau naksir sama kakak kelas atau sang ketua kelas sih sering, tapi ya cuma disimpan di dalam hati, paling juga memberikan senyum dan sementara orang yang ditaksir juga nggak pernah mengetahuinya, namanya juga cinta monyet.
Ketika jodoh yang ditunggu-tunggu tidak juga kunjung datang, apakah kita akan berdiam diri menunggu sang pujaan hati datang seperti halnya dongeng cinderella atau putri salju, ataukah sibuk berburu jodoh dengan mengikuti sebuah acara pencarian jodoh di televisi, atau dengan memperluas jaringan pertemanan lewat beberapa situs pertemanan yang sedang marak saat ini.
Beberapa temanku telah memiliki pujaan hati ketika berusia masih sangat belia, seperti saat duduk di bangku SMU ataupun saat kuliah, biasanya lebih mengenal watak dan kepribadian satu sama lain karena hampir setiap hari bertemu dan bisa menjadi pemicu dan semangat kuliah, sama-sama berjuang mulai dari titik nol, karena pada saat itu statusnya sama yaitu siswa atau mahasiswa dan usianya pun sepantaran.
Ketika saya duduk di bangku SMU, ada tiga pasang teman yang kebetulan mereka semuanya adalah teman satu kelasku, kisah cintanya berakhr di pelaminan ketika mereka lulus kuliah.
Pada masa kuliah dulu, biasanya anak-anak dari fakultas tertentu seperti teknik yang mayoritas adalah cowo kerap berkunjung dan bermain ke fakultas ekonomi, yang bagian besar mahasiswanya adalah cewek, atau mahasiswa fakultas kedokteran umum sering bermain di fakultas gigi, dan mahasiswa yang berbeda fakultas akan bertemu saat bergabung di beberapa klub seperti fotography, pencinta alam, seni dan klub lainnya yang diselenggarakan di kampus.
Ada teman kuliahku yang menikah saat masih kuliah di semester dua, perbedaan usianya dengan suaminya sekitar enam tahunan, seorang pengusaha yang sukses dan pesta pernikahannya di sebuah hotel papan atas sangat meriah dan dihadiri oleh banyak pejabat pula. Teman-teman kuliahku mengira kalau temanku ini akan meninggalkan bangku kuliah, tetapi kenyataannya temanku dapat menyelesaikan kuliahnya dalam waktu empat tahun dan memilih untuk tidak mempunyai anak selama masa kuliah, terus terang saja, kita salut dengan temanku.
Pernikahan temanku ini merupakan berkat juga bagi teman kuliahku yang lain, sebut saja Intan, ketika pulang dari acara resepsi pernikahan, Intan bersama dengan Bayu dan teman-teman lainnya termasuk saya menggoda Intan dan Bayu, mengatakan kalau mereka cocok, sama-sama pendiam, kutu buku, pintar dan jangkung dan mereka cocok jadi pasangan. Intan dan Bayu tampak malu dan ternyata enam bulan kemudian terdengar kabar kalau Intan dan Bayu jadian, hmm.. entah mereka berdua sudah saling tertarik satu sama lain ataukah karena godaan iseng dari teman-teman kuliahnya termasuk saya, dan sekarang Intan dan Bayu telah memiliki sepasang anak kembar yang lucu.
Saya dan Mutiara berteman baik sejak kuliah hingga saat ini, kita suka jajan gorengan dan mie ayam di belakang kampus, ikut acara berkemah bersama, mencari bahan untuk tugas skripsi, wisuda pada hari yang sama, kebetulan kita berdua dapat menyelesaikan kuliah sekitar 4 tahun, sampai melamar kerja pun bersama-sama di perusahaan konsultan, meskipun pada akhirnya saya diterima di perusahaan konsultan, sedangkan Mutiara tidak diterima di sana.
Mutiara adalah gadis yang manis dan ramah, tidak heran kalau banyak teman kampus yang menyukai Mutiara, salah satunya adalah Gilang yang merupakan teman sekolah Mutiara juga saat SMU dulu yang konon menyukai Mutiara sejak bangku SMU dulu. Satu tahun setelah lulus kuliah, Mutiara pun melangsungkan pernikahannya dengan Angkasa yang kuliah di negara paman Sam, di mana Gilang dan Angkasa juga merupakan teman saat SMU dulu. Ketika Mutiara akan menelepon Gilang untuk hadir ke resepsi pernikahannya, dikiranya malah akan diundang dalam acara pesta ulang tahun Mutiara, saya pun ketika mendengarnya cerita ini dari Mutiara, tidak bisa menahan ketawa.
Sekitar enam bulan yang lalu, ketika saya datang ke repsesi pernikahan seorang teman kuliah, saya bertemu kembali dengan Gilang dan Mutiara, kebetulan Mutiara datang bersama anaknya yang manis seperti mamanya. Tiba-tiba Gilang yang masih lajang hingga kini berkata kepada Mutiara “Muti, coba dulu kalau kamu terima cintaku, pastinya kamu akan lebih bahagia dan aku akan selalu menemanimu”. Mutiara pun menyikapi dengan senyuman yang mempesona, sementara saya langsung secara spontan menyenggol tangan Gilang dan tidak kuasa untuk menahan gelak tawa.
Gilang memang pernah bercerita kepada saya, kalau Mutiara adalah cinta pertamanya, dan ia pernah mencoba beberapa kali berhubungan dengan gadis lain, tetapi selalu kandas di tengah jalan, katanya belum bisa melupakan Mutiara, padahal waktu telah berlalu sekian lama dan Mutiara pun telah memiliki seorang putri.
Ada seorang rekan kantorku cewe yang bergabung di kantorku sekitar tiga bulan, kira-kira dua minggu sebelum mengundurkan diri sempat membina hubungan dengan rekan kerja cowok yang lainnya departemen, dan kini mereka pun telah menikah. Kalau memang sudah jodoh, seakan-akan ia bekerja di kantorku hanya untuk mencari pasangan hidup, sementara itu ada yang sudah bekerja bertahun-tahun di kantorku belum juga menemukan pasangannya, padahal temanku yang belum memiliki pasangan ini, cantik, supel, pandai bergaul, dan karir di kantor pun cukup baik, tetapi ia bersikap santai saja.
Beberapa minggu yang lalu, saya sempat hadir di sebuah resepsi seorang kerabat, pengantin cowoknya adalah pemuda yang ganteng lulusan dari negara kangguru dan telah memiliki permanent residence di negara Aussie, sementara pengantin ceweknya cantik baru lulus kuliah beberapa bulan yang lalu. Saudara sepupuku sempat membisikan kepadaku kalau sang pengantin berkenalan lewat situs pertemanan facebook sekitar satu tahun yang lalu dan baru bertemu muka beberapa kali di Indonesia dan rencananya mereka akan menetap di negara Aussie setelah melangsungkan pernikahan, ternyata dunia maya kini mempunyai sisi yang baik memudahkan orang menemukan pasangan hidup dan jarak kini bukan lagi merupakan masalah, komunikasi internet yang memudahkan suatu hubungan pula.
Bagi sebagian orang dengan mudah dapat menemukan jodohnya saat duduk di bangku SMU ataupun masa kuliah serta ada pula bertemu dengan pasangannya di tempat kerja, tetapi tidak bagi sebagian orang harus mencari pasangan jiwanya dengan berbagai cara, misalnya dengan ikut kontak pertemuan atau kontak jodoh di sebuah surat kabar, meskipun situs pertemanan di dunia maya kini kian banyak anggotanya dan stasiun televisi pun ikut meramaikan acara pencarian jodoh.
Kontak pertemanan di surat kabar pun, anggotanya juga tidak sedikit, menempati setengah halaman surat kabar yang terbit pada hari Minggu, standar usia minimalnya adalah 25 tahun untuk gadis dan 27 tahun untuk jejaka, sedangkan bagi yang berstatus telah berpisah secara resmi tidak ada batas usianya, dan bagi yang telah berhasil mendapatkan pasangannya, biasanya akan diumumkan telah mengundurkan diri dan ada ucapan selamat dari pengelola kontak pertemanan ini.
Ketika saya duduk di bangku SMU, kakak sepupuku cewe pernah ikut mendaftar sebagai anggota kontak jodoh di surat kabar. Saya baru mengetahui ketika pada suatu sore hari, kakak sepupu datang membawa satu tas plastik besar yang isinya adalah surat dengan amplop tertutup, waktu itu saya sempat keheranan, akhirnya kakak sepupu cepat-cepat mengajakku masuk ke kamarku, sambil segera mengunci pintu kamar, sambil berbisik kepadaku “Ri, aku ikut anggota kontak jodoh di surat kabar sekitar dua bulan yang lalu, dan ini adalah surat-surat perkenalan yang ditujukan kepadaku, enggak mungkin Ri kalau aku membuka surat ini di rumahku”.
Kakak sepupuku akhirnya menginap di rumahku, kebetulan saat itu masa liburan sekolahku, dari sore hari hingga malam hari, kita sibuk membuka isi surat kontak pertemanan tersebut, isinya bermacam-macam, ada yang secara langsung mengajak hubungan yang lebih serius, ada yang berkenalan terlebih dahulu dan bahkan ada bersedia datang dari luar kota untuk menemui kakak sepupuku.
Keesokan harinya, kita berdua bangun kesiangan, karena semalaman membaca surat perkenalan untuk kakak sepupuku, kalau sekarang dipikir-pikir lagi, kok dulu saya iseng banget ikut membaca surat perkenalan tersebut. Akhirnya kakak sepupuku mengambil keputusan untuk tidak membalas semua surat perkenalan tersebut, kasihan juga sih yang telah serius menulis surat perkenalan kepada kakak sepupu, bahkan beberapa diantaranya memberikan perangko balasan pula, perangkonya kalau dikumpulkan lumayan banyak juga.

Sekitar dua tahun kemudian, kakak sepupuku melangsungkan pernikahan, ketika itu saya sudah menjadi mahasiswi, saat memberikan surat undangan kepada orang tuaku, secara iseng saya pun menanyakan tentang calon kakak sepupuku, ia pun menceritakan dengan antusias kalau ia dan pasangannya bertemu karena kakak sepupuku hampir setiap hari ikut bareng mobilnya saat bekerja di kawasan industri Pulo Gadung, berhubung jarak antara pintu masuk ke lokasi kerja cukup jauh, biasanya ada mobil yang menunggu di depan pintu masuk kawasan, dan beberapa karyawan yang bekerja sana akan memberikan uang pengganti bensin kepada yang punya mobil. Ternyata kalau memang sudah jodoh, memang selalu ada jalannya.
Meskipun saat ini bukan jamannya acara perjodohan ala mak comblang yang menjodohkan pasangan, tidak salahnya jika kita menerima tawaran teman untuk mengenalkan kita kepada temannya, kalau cocok ya dilanjutkan ke jenjang lebih lanjut, dan kalau kurang cocok biasa sebagai teman saja, namaya juga usaha dalam mencari jodoh.
Cerita lainnya mengenai perjodohan ala mak comblang ini, tanteku mempunyai empat orang anak, dan kebetulan semuanya adalah cowo, dan rupanya tanteku ingin kalau anaknya segera berkeluarga, padahal si sulung usianya pun masih belia, sedang meniti karir di sebuah perusahaan multi nasional, dan anak keduanya memilih untuk berwiraswasta. Tanteku sibuk mencari anak gadis kenalan untuk dijodohkan kepada si sulung dan anak keduanya, kebetulan kedua anaknya selalu mau hadir di acara makan malam bersama kenalan sang bunda, meskipun setelah acara makan malam tidak ada kelanjutannya lagi.
Ketika jodoh yang kita nantikan tidak juga kunjung tiba, apakah kita harus pasrah dan berdiam diri saja?
Hmm.. rasanya kita perlu membuka diri, mungkin dengan mengikuti beberapa klub hobby, dengan kesamaan hobby memudahkan saling komunikasi satu sama lain, bersikap lebih ramah kepada orang lain, mungkin selama ini, kita bersikap terlalu cuek dan kaku, sehingga orang ragu mendekati kita, tidak melihat seseorang dari fisik dan penampilannya saja, pindah kerja ke tempat kerja baru mungkin bisa menjadi salah satu alternatif kalau di tempat kerja saat ini mayoritas cowok dan cewek semua, meminta bantuan teman untuk mengenalkan temannya, merubah penampilan misalnya gaya rambut dan busana.
Untuk cowok harus berani mengatakan langsung kepada seseorang yang ditaksirnya, kalau ditolak yang sudah resiko, dan bagi cewe mungkin kurang lazim untuk menyatakan rasa ketertarikan lebih dahulu, bisa dengan cara memberi perhatian yang lebih kepada cowok yang ditaksirnya.
Cinta dapat terjadi karena pandangan pertama, meskipun kita baru pertama kali bertemu kok rasanya sudah cocok, kebersamaan dan kedekatan dalam waktu tertentu yang menimbulkan benih-benih cinta, yang biasa dikenal dengan cinta lokasi, rasa kagum pada seseorang yang lama kelamaan tumbuh menjadi cinta, ada kecocokan dan kesepemahaman dalam berkomunikasi satu sama lain.
Ketika jodoh tidak kunjung tiba, kita pun harus percaya diri, optimis dan lebih membuka diri, serta percaya kalau jodoh akan datang pada saat yang tepat dan tentunya harus dibarengi pula dengan usaha dalam mencari jodoh dan berdoa.








0 komentar:
Posting Komentar